Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian Islam

Rahasia Rezeki dalam Islam: Hakikat, Keberkahan, dan Kekeliruan yang Jarang Disadari

Pernahkah Anda merasa lelah mengejar dunia, namun hati tetap merasa hampa? Atau mungkin Anda merasa khawatir akan masa depan finansial Anda? Dalam Islam, konsep rezeki bukan sekadar angka di saldo rekening. Memahami hakikat rezeki adalah kunci ketenangan batin seorang mukmin. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu rezeki menurut pandangan Al-Qur'an dan Hadist, serta bagaimana menjemput keberkahan yang sesungguhnya. 1. Hakikat Rezeki: Sudah Ditetapkan dan Dijamin Banyak orang merasa cemas karena menganggap rezeki sepenuhnya adalah hasil jerih payah sendiri. Padahal, rezeki adalah ketetapan Alloh SWT yang sudah tertulis jauh sebelum kita dilahirkan. Alloh SWT berfirman: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Alloh-lah yang memberi rezekinya..." (QS. Hud: 6) Dalam sebuah hadist, Rasululloh SAW bersabda: "Sesungguhnya Ruhul Qudus (Malaikat Jibril) membisikkan ke dalam benakku bahwa jiwa tidak akan mati sampai ia menyempurnakan rezekinya..." (H...

5 Perbedaan Mencolok Qurban dalam Islam vs Ritual Pengorbanan Agama Lain

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hampir setiap peradaban di dunia memiliki tradisi pengorbanan? Mulai dari suku kuno di Amerika Tengah hingga tradisi di Asia, ritual persembahan hewan (bahkan manusia) telah ada selama ribuan tahun. Namun, ibadah Qurban dalam Islam memiliki esensi yang sangat berbeda. Qurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah manifestasi iman yang unik. Berikut adalah 5 perbedaan mendasar antara Qurban dan ritual pengorbanan dalam aliran kepercayaan lain. 1. Niat: Ketakwaan vs Menenangkan Roh Dalam banyak aliran kepercayaan atau dinamisme, pengorbanan dilakukan untuk "menyuap" atau menenangkan kemarahan dewa, roh halus, atau kekuatan alam agar tidak terjadi bencana. Sebaliknya, dalam Islam, Qurban didasarkan pada Tauhid. Alloh SWT tidak membutuhkan darah atau daging hewan tersebut. Fokus utamanya adalah ketaatan hamba. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur'an: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridh...

7 Tips Memilih Hewan Qurban yang Sah Sesuai Syariat Islam (Wajib Tahu!)

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia mulai bersiap untuk menunaikan ibadah qurban. Namun, memilih hewan qurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Islam telah menetapkan standar yang sangat spesifik agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Apakah hewan yang besar pasti sah? Belum tentu. Agar ibadah Anda sempurna, simak tips memilih hewan qurban sesuai syariat berikut ini sebelum Anda pergi ke pedagang ternak. 1. Pastikan Hewan Berasal dari Jenis Bahimatul Al-An’am Syarat pertama yang mutlak adalah hewan tersebut harus termasuk golongan Bahimatul Al-An’am atau hewan ternak. Dalam konteks di Indonesia, hewan yang sah untuk qurban adalah: Unta Sapi atau Kerbau Kambing atau Domba Selain hewan di atas, seperti ayam atau bebek, tidak sah dijadikan sebagai hewan qurban meskipun jumlahnya banyak. 2. Cek Usia Minimal Hewan (Musinnah) Usia adalah faktor krusial yang sering terabaikan. Pastikan hewan qurban Anda sudah mencapai usia minimal (Musinnah): Kambing/Domba: Minimal...

MENJAGA ANAK SEBAGAI AMANAH DARI ALLOH SWT

Hendaknya kita menjaga dan mensyukuri amanah yang diberikan kepada kita, yaitu harta dan anak. Menjaga anak sebagai sebuah amanah berarti menjadikan mereka menjadi orang sholeh, karena tujuan hidup manusia adalah menjadi orang yang taqwa kepada Alloh SWT.  Untuk menjadikan anak kita sholeh, hendaknya orang tua mengenalkan tentang kesholehan (pendidikan, adab, pengetahuan dll) kepada putra putri kita.  Membiasakan putra putri kita untuk memanfaatkan masa mudanya dalam keridhoan Alloh SWT, menanamkan rasa suka terhadap perilaku baik dan menumbuhkan rasa benci berada dalam kesia-siaan.  Dengan demikian untuk menjadi orang yang sholeh, diperlukan ilmu, oleh karena itu hendaknya kita menjaga amanah anak kita dengan mendidik tentang kesholehan kepada anak kita. Tanggungjawab orang tua  yang utama kepada anak adalah membekali anaknya dengan ‘ilmu yang bermanfaat’. Al Qur’an telah berkali-kali menjelaskan akan pentingnya pengetahuan, dan telah memperingatkan manusia ...

SYARAT UTAMA POLIGAMI ADALAH ADIL, MAKA TINGGALKANLAH JIKA KAMU TIDAK MAMPU BERBUAT ADIL

Poligami adalah istilah dalam ilmu antropologi sosial yang menunjukan hubungan perkawinan dimana satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan. Dalam Islam, konsep poligami hanya terbatas pada poligini, yaitu seorang suami yang memiliki 2 orang istri atau lebih. Bagi umat muslim, khususnya di Indonesia, istilah poligami ini merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi. Poligami secara praktik, sudah ada sebelum Islam muncul.  bisa dikatakan bahwa hampir semua pusat peradaban manusia (terutama yang maju dan berusia panjang), telah mengenal poligami dan mengakuinya sebagai sesuatu yang normal dan formal. Para ahli sejarah mendapatkan bahwa hanya peradaban yang tidak terlalu maju saja dan tidak berusia panjang yang tidak mengenal poligami. Peradaban maju seperti   Ibrani  yang melahirkan bangsa Yahudi mengenal poligami. Begitu juga dengan peradaban   Shaqalibah  yang melahirkan bangsa Rusia. Termasuk juga negeri Litu...

HAK DAN KEWAJIBAN ANTARA RAKYAT DAN PEMIMPIN DALAM ISLAM

Setiap manusia menginginkan tercapainya keadilan dalam kehidupannya. Keadilan menjadi salah satu nilai yang dikejar dalam kehidupan manusia. Adil merupakan salah satu sifat Alloh SWT, yaitu Al ‘Adl atau Yang Maha Adil. Oleh karena itu, nilai keadilan sangat dijunjung tinggi di dalam Islam. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari firman Alloh SWT berikut: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ Artinya: “ Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90) Ayat tersebut sangat tegas dan jelas memerintahkan manusia untuk berlaku adil kepada sesama manusia. Bersikap adil dalam ayat tersebut disandingkan dengan larangan untuk melakukan perb...

SEKILAS TENTANG TASAWUF

Oleh: Syeikh Muhammad Hisyam Kabbani (Mursyid Thoriqoh Naqshabandiyah Haqqani) A’uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim Bismillaahir rahmaanir rahiim Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa Shahbihi ajma’iin “Di masa Nabi SAW tasawuf adalah sebuah realitas tanpa nama; kini tasawuf adalah sebuah nama, tetapi hanya sedikit yang mengetahui realitasnya.” Umat Islam sekarang memerlukan ulama-ulama yang baik yang melaksanakan ajaran Islam dengan benar (‘alimun ‘aamil), mencoba dengan segala kemampuannya untuk mengembalikan apa yang telah rusak dalam agama Islam selama bertahun-tahun ke belakang dan mereka yang mampu membedakan antara yang benar dan salah, halal dan haram, yang percaya kepada yang haqq dan melawan yang batil, serta tidak menakut-nakuti siapa pun yang berada di jalan Allah SWT. Umat Muslim sekarang tidak mempunyai orang yang bisa memberi nasihat atau membimbing mereka dalam mem...